Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu

Hello myfriend!!! Hai, lagi lagi di lihat anime Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu ala JOI! Di sini aku bakal lihat anime yang telah melewati 2 cour dan mendapatkan impresi yang baik pada pemirsa dan membawa dampak hype. Ya, anime itu adalah Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu yang berikutnya aku singkat menjadi Re:Zero saja.

Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu

Re:Zero merupakan adaptasi novel karya Nagatsuki Tappei yang tak sekedar menjadi anime, karya beliau diadaptasi juga menjadi manga. Berkisah perihal Subaru yang terlempar ke dunia lain dan membawa kemampuan khusus demi menyelamatkan seorang wanita.

Apakah Re:Zero terlalu merupakan anime yang bagus atau hanya sekadar hype yang tinggi?

Another isekai but is actually more than that

Tema Re:Zero sebetulnya merupakan isekai, sebuah tema dimana sang MC terlempar ke dunia lain. Dalam masalah ini Subaru, seorang hikkikomori, terlempar ke dunia lain setelah berasal dari mini market. Dunia yang didatangi Subaru merupakan sebuah dunia fantasi yang mempunyai bermacam ras, layaknya tema isekai pada umumnya. Kemudian Subaru menemui dirinya dalam masalah yang selanjutnya diselamatkan oleh seorang perempuan half elf, Emilia.

Subaru bersama Emilia lantas bertualang bersama melacak sebuah benda punya Emilia yang hilang dicuri. Kemudian mereka lagi menemui masalah yang berakhir bersama kematian Subaru dan Emilia. Tetapi cerita tidak selesai, Subaru paham bahwa ia mempunyai kemampuan untuk reset ke checkpoint khusus tiap-tiap kali ia mati.

Sekilas sebetulnya layaknya tema isekai pada umumnya, namun di sini Subaru tidak membawa keahlian yang hebat layaknya Kirito atau kepintaran layaknya Shiro. Subaru mirip layaknya Kazuma, namun situasi Kazuma lebih untungkan dikarenakan terlilit di dunia lawak. Dunia yang Subaru datangi jauh lebih nyata-nyata dan membawa bermacam macam konflik dan peristiwa, dan Subaru hanya mempunyai kemampuan reset-nya untuk melewati bermacam macam peristiwa.

Masalahnya, momen yang ada tidak semudah itu. Peristiwa berikut kadangkala melibatkan sesuatu yang tidak kemungkinan Subaru menghadapi sendirian dikarenakan ketidakmampuannya dalam bertarung atau lebih-lebih melibatkan bala tentara dan seorang musuh besar yang kejam.

Di sinilah menariknya Re:Zero. Para pemirsa selamanya dibuat penasaran bagaimana Subaru melewati bermacam macam momen yang kemungkinan para pemirsa rasakan bahwa momen berikut terlalu berat untuk Subaru menghadapi seorang diri.

Great story with a good pace

Re:Zero membawa keseluruhan 3 arc yang lebih-lebih ada 1 arc yang memakan 1 season sendiri. Pembawaan cerita berikut sangatlah bagus dikarenakan pemirsa selamanya dibuat pensaran bersama apa yang terjadi dan bagaimana arc berikut bisa selesai. Selain itu tiap arc juga mengenalkan karakter-karakter baru yang menarik tentunya.

Pace tiap arc juga bisa dibilang nyaris sempurna dikarenakan tidak terburu-buru, lebih-lebih sang studio pun sampai memperpanjang sementara tayang mereka dalam 1 episode dan tidak jarang memotong opening dan ending-nya sehingga konteks cerita Re:Zero sangatlah padat. Alur ceritanya dibuat sedemikian rupa dan tidak monoton dikarenakan jikalau kalian perhatikan, pola tiap-tiap arc itu sebetulnya mirip: Subaru bertemu orang baru -> sedikit event komedi atau heart warming -> Subaru mati dan mengusahakan melacak solusi. Meskipun polanya sama, racikan tiap arc sangatlah bagus sehingga tidak berasa layaknya CTRL + C, CTRL + V.

Selain itu Re:Zero juga melukiskan situasi bersama terlalu baik sehingga atmosfir tegang dan intens terlalu merasa sampai ke penonton. Penggambaran betapa putus asa Subaru dikala terjabak pada loop yang tidak bisa ia lewati juga membawa dampak pemirsa iba dan kesal bersama sukses. Mungkin puncak emosi pemirsa terjadi pada arc terakhir sementara Subaru terlalu pada titik putus asa yang gawat sehingga menjadi tidak bisa mengambil alih ketentuan yang pas dan gegabah.

Character development!

Saya bisa bilang pertumbuhan cii-ciri pada seri ini dieksekusi bersama terlalu baik. Meskipun tidak semua mendapatkannya, namun sebagian cii-ciri kunci membawa pertumbuhan yang terlalu bagus. Pertama pasti saja best girl seri ini: Rem. Pada mulanya Rem membawa cii-ciri yang terlalu dingin dan tidak segan-segan melaksanakan apa-pun demi majikannya. Setelah diusut, ternyata jaman lantas Rem lah yang membuatnya menjadi layaknya itu. Pertemuan bersama Subaru dan momen yang dialaminya membawa dampak cii-ciri Rem menjadi lebih lunak dan jatuh cinta bersama Subaru (mending mirip saya, mbak).

Selain Rem, satu lagi cii-ciri yang membawa pertumbuhan yang terlalu baik adalah main hero seri ini, Subaru. Sebenarnya aku agak tidak ikhlas, namun aku kudu mengakui bahwa pertumbuhan Subaru terlalu merasa di sini. Kita bakal lihat pertumbuhan cii-ciri Subaru berasal dari yang gampang putus asa dan menyedihkan sampai menjadi Subaru yang tegar. Pada arc terakhir seri ini, Subaru berada pada posisi paling menyedihkan dikarenakan kudu bersujud kepada Crusch, direndahkan oleh Priscilla, sampai ditipu oleh Anastasia. Bagaimana tidak, Subaru menghadapi jaman yang terlalu sukar dikarenakan kudu menghadapi kematian Rem yang terlalu sadis dan Emillia berulang kali. Setelah menghadapi loop berulang kali, pada selanjutnya Subaru sukses membawa dampak negosiasi pada Crusch dan Anastasia untuk melancarkan serangan ke witch cult untuk menghambat kematian Emillia, lebih-lebih sampai memimpin pasukan berikut setelah mengalahkan paus putih.

Sebenarnya sebetulnya berasal dari awal aku memadai membenci cii-ciri Subaru, namun melalui pertumbuhan ini, rasanya aku tidak bisa menyimpan benci lagi kepadanya. It’s way too cool plus great!

Despair everywhere

Seperti yang aku bilang sebelumnya, anime ini bernuansa terlalu gelap. Jangan tertipu bersama perkenalan tiap arc-nya dikarenakan tidak ada arc yang tidak memiliki kandungan despair! Apalagi jikalau kalian terlalu menyimpan emosi kepada anime ini. Emosi kalian bakal dimainkan ibarat telah diangkat tinggi-tinggi ke langit untuk bahagia, lantas dihempaskan ke bawah. Sama layaknya lagi gacha yang dianggap bisa emas di awal, tidak tahunya bisa ampas.

Meskipun level despair-nya tidak separah Madoka Magica atau Danganronpa dikarenakan tetap ada adegan heart warming-nya, namun Re:Zero sukses membawa dampak para pemirsa tegang dan terbawa bersama gelapnya anime ini, lebih-lebih lihat ekspresi Subaru yang sedang putus asa total. Selain itu lagu opening keduanya seakan layaknya mimpi tidak baik yang merupakan pertanda betapa gelapnya anime ini.

Still have a lot of mysteries plus holes

Meskipun menghadirkan cerita yang baik, sayangnya Re:Zero tetap menyisakan misteri yang memadai banyak. Penjelasan perihal dunia yang didatangi Subaru nyaris tidak ada. Para pemirsa hanya dihadirkan petunjuk-petunjuk untuk melukiskan dunia tersebut. Padahal menurut aku perihal ini krusial untuk sebuah anime bersama tema isekai.

Selain itu tetap banyak misteri layaknya pertalian sebetulnya pada Emilia dan Puck, apa itu witch cult, mengapa hanya Subaru yang mempunyai kemampuan untuk loop, apakah ada orang lain tak sekedar Subaru, apakah benar Felix seorang pria, dan tetap banyak misteri lainnya. Biarpun begitu aku tetap memaklumi dikarenakan Re:Zero sendiri tetap lanjut di light novel-nya yang semoga saja dijelaskan ke depannya. Selain itu perihal ini mengundang banyak spekulasi dan perdebatan di dunia maya yang pasti saja menarik untuk diikuti.

Verdict: Rem still best girl/100

Sudah lama aku tidak menyaksikan anime yang seru layaknya ini dan sukses membawa dampak aku selamanya on time ikuti anime ini tiap minggunya. Re:Zero sukses memainkan emosi pemirsa bersama permainan pace yang terlalu baik pada adegan heart warming dan despair sehingga tidak selamanya membawa dampak para pemirsa menjadi bosan atau konsisten menerus menjadi putus asa dan gagal move on. Saya bisa jamin kalian tidak bakal bosan menyaksikan Re:Zero tiap episodenya, dan yang berniat maraton, kabar tidak baik bagi kalian dikarenakan aku jamin kalian tidak bakal bisa berhenti menontonnya. Bagaimana tidak, tiap episodenya bisa dibilang diakhiri bersama cliffhanger yang membawa dampak tidak bisa menghambat hasrat untuk menyaksikan lanjutannya. Selain itu terlalu menarik lihat Subaru yang bisa dibilang membawa kemampuan apa-pun nyaris nol untuk bisa mengubah takdir yang kemungkinan tidak bisa diprediksi tiap orang.

Jadi apakah recommended untuk ditonton? Bagi kalian yang menyukai anime bersama cerita yang intens dan gelap, Re:Zero kudu ditonton. Tetapi buat kalian yang melacak anime healing, maka Re:Zero tidak disarankan dikarenakan bukannya healing jadi bakal membawa dampak kokoro kalian lelah sendiri.

Pada selanjutnya aku bakal merindukan anime ini. Saya bakal rindu rant mingguan baik berasal dari teman aku dan aku sendiri sementara menontonnya, dan mengulas lebih dalam bersama teman-teman. Tidak lupa saling lempar spoiler.

Signum

I have to admit, I belittled the series plus its hype for awhile back. I stopped watching it from episode 10 plus picked it all up again on episode 24, I believe. Paradigma jikalau sebuah seri yang over hype itu pasti ceritanya gitu-gitu doang sedikit banyak memberi tambahan kesan jikalau Re:Zero juga merupakan seri yang gitu-gitu doang. Tapi setelah aku maraton sampai episode 24, rasanya aku salah.

Tidak bisa dipungkiri lagi, center piece berasal dari seri ini adalah Subaru, plus they make a really, really good use of him. Dalam seri ini aku bisa merakan all sorts of emotions kepada sang protagonis. Mereka membuatnya terlalu konyol, mereka juga membuatnya terlalu menyebalkan. Kadang Subaru menjadi layaknya anak kecil, namun di episode berikutnya dia telah bisa menjadi dewasa.

It’s normal to hate him sometimes, but please bear with him.

Cerita yang disuguhkan oleh Re:Zero sampai sementara ini pun terlalu menarik. Mereka tidak hanya memberi tambahan sebuah protagonis yang telah disukai oleh setengah wanita di semua dunia, they gave us one that’s sought for her. Juga bukan protagonis yang gampang terlena bersama wanita lain, although I think his intention on making Rem his number 2 is already clear as a day.

Re:Zero is good, very good, kamu tidak bakal rugi sementara untuk menontonnya. Mungkin membaca novelnya juga bakal menjadi jauh lebih menarik. Also, I beg to differ, Rico. Emilia is the best girl, thank you.

Ryuukikun

Satu perihal yang mulanya aku terlalu benci berasal dari seri ini adalah sang protagonis. Subaru sebetulnya terlalu menyebalkan khususnya pada episode-episode awal, namun aku tidak bisa berhenti menontonnya dikarenakan ceritanya yang membawa dampak penasaran dan aku juga penasaran bersama bagaimana cara Subaru bisa melacak cara yang paling baik untuk menyelamatkan semua orang.

Seperti yang dikatakan Signum dan Rico, pertumbuhan cii-ciri untuk anime ini sangatlah baik, khususnya untuk Subaru. Kelakuannya pada mulanya yang terlalu egois, mementingkan diri sendiri yang pada selanjutnya bisa disadarkan dan menjadi seorang pria yang bisa diandalkan. Isu-isu yang diangkat dalam anime ini juga memadai menarik, layaknya betapa rasisnya para masyarakat kepada Emilia yang merupakan half-elf, kompetisi para putri demi mendapatkan takhta kekuasaan yang dipenuhi bersama intrik politik, dan yang paling menarik bagi aku adalah penceritaan anime ini layaknya selesaikan sebuah teka-teki. Setiap kali Subaru mengulang loop kematiannya, ia mendapatkan suatu fakta baru yang bisa ia menggunakan untuk loop selanjutnya, konsisten berulang sampai selanjutnya ia bisa selesaikan teka-teki tersebut.

Re:Zero terlalu aku rekomendasikan, namun kemungkinan agak tidak sesuai untuk orang-orang yang tidak kuat menyaksikan sesuatu yang membawa dampak depresi. Adegan-adegan yang disuguhkan sering kali memadai sadis, sekaligus melukiskan kebrutalan di dunia lain tersebut.

Oh, plus definitely Rem is the best girl.

Randy

Bisa dibilang aku merasa menyaksikan Re:Zero dikarenakan aku lihat hype di timeline FB aku dan di pada sebagian staf JOI. Walaupun telah bersama hype segitu banyaknya, aku baru merasa menyaksikan Re:Zero sementara anime ini telah tayang 16 episode. Ekspektasi aku memadai tinggi dan ternyata sebetulnya memuaskan.

Sama layaknya yang dikatakan Ryuukikun, pada mulanya aku terlalu membenci Subaru dikarenakan sifatnya yang indecisive dan bodoh. Tetapi makin lama ke depan, pertumbuhan Subaru menjadi cii-ciri yang lebih percaya diri membawa dampak aku menjadi menyukainya. Ceritanya bisa dibilang memadai gelap biarpun tetap banyak yang lebih gelap berasal dari anime ini. Ending cliffhanger di tiap-tiap episodenya pun membawa dampak aku makin lama penasaran tiap-tiap satu episode selesai.

Mungkin untuk poin-poin tidak baik berasal dari anime ini tidak bisa aku pikirkan. Bukan bermakna tidak ada, namun aku menyaksikan anime sebagai hiburan saja dan tidak terlalu senang memusingkan hal-hal negatifnya, jikalau sebetulnya terlalu gawat sampai tanpa aku acuhkan pun bisa keluar terlalu jelas.

Re:Zero terlalu aku rekomendasikan kepada para pemirsa yang menghendaki menyaksikan anime yang memadai serius. Di luar type gambarnya yang moe dan hype yang luar biasa, anime ini memberi tambahan nuansa memadai fresh bagi saya. Saya sendiri terakhir menyaksikan anime serial TV kurang lebih dua tahun yang lalu, dikarenakan itu aku merasa terlalu suka bersama ketentuan aku untuk selesaikan Re:Zero.

Dan tentu saja Rem best girl, dan Felix best trap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://sites.google.com/view/ctmastarformation3/schedule https://sites.google.com/view/prem-ventures-nsf-seed-grant/ https://sites.google.com/view/uptownchristmastrees/ https://sites.google.com/view/schev-tempsite/home https://sites.google.com/view/worldbankspringmeeting/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://tractgames.weebly.com/ https://parmatours.weebly.com/ https://qsoftmart.weebly.com/ https://focushub.weebly.com/ https://agmyrekstem.weebly.com/ https://mikebaginy.weebly.com/ https://freedomofthefringe.weebly.com/ https://paveyourlane.weebly.com/ https://midnightstudios.weebly.com/