Awas Investasi Kripto & Robot Trading Bodong, SWI Ungkap Modusnya

Kini keluar tren penawaran produk investasi berbasis kripto dan robot trading yang melibatkan para artis, pesohor dan influencer fasilitas sosial.

Hanya saja, masih banyak produk investasi berbasis online selanjutnya yang mempunyai segi legalitas yang tidak jelas dan rentan bersama praktek investasi bodong bersama skema ponzi (arisan berantai).

Awas Investasi Kripto & Robot Trading Bodong, SWI Ungkap Modusnya

Bila tidak mempunyai legalitas jelas di Indonesia, artinya juga tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Suatu saat, kalau trader mengalami kerugian akibat ulah broker, Bappebti tidak mempunyai wewenang untuk menindak. Dengan demikian, risiko semuanya ada di tangan trader.

Roy Shakti, Konsultan Keuangan mengatakan tingkat keuntungan yang tinggi membuat masyarakat terperangkap untuk turut investasi bodong tersebut.

“Orang Indonesia enteng tergiur penawaran investasi bersama bunga tinggi. Padahal risiko yang di tawarkan juga tinggi,” jelasnya kepada kami

Meskipun edukasi mengenai investasi sudah sering dilakukan oleh pihak otoritas keuangan ataupun media, berita mirip ternyata masih saja muncul. Lalu, bagaimana supaya masyarakat sanggup pilih investasi yang benar dan baik dan anti-penipuan?

Roy mengatakan masyarakat harus juga tingkatkan ilmu mengenai pengelolaan keuangan. Sebab para penipu bakal mengfungsikan segala langkah untuk berbuat jahat dan mendapatkan keuntungan dari investasi yang dibalut bersama teknologi internet.

“Jangan latah untuk ikut-ikutan investasi dari Tiktok, Instagram dan lainnya. Lebih baik pelajari dulu produk-produk investasi beserta risikonya,” tambahnya.

Menurut Roy, ke depan kasus-kasus investasi bodong selanjutnya dikehendaki sanggup dicegah bersama banyak variasi cara. Mulai dari edukasi sejak dini serta dukungan dari pemerintah untuk mencegah penipuan tersebut.

Terlebih waktu ini ada forum koordinasi antar 12 Kementerian/Lembaga yang tergabung didalam Satgas Waspada Investasi sanggup berkoordinasi didalam menangani kasus-kasus penipuan selanjutnya di masyarakat.

“Edukasi mengenai rencana keuangan dan investasi harus digalakkan. Praktik penipuan harus sanggup dicegah dan diatasi segera,” jelasnya.

Pentingnya Kewaspadaan

Berdasarkan survey OJK tahun 2019, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya raih 38,03% tetapi tingkat pemahaman masyarakat pada produk keuangan digital baru 36%. Hal ini tunjukkan masyarakat Indonesia cukup rentan jadi korban investasi ilegal.

Otoritas pun seakan tak menginginkan tinggal diam untuk konsisten mengedukasi dan memberantas. Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah menghentikan dan memblokir 17 entitas dan/atau domain robot trading bersama modus penawaran investasi robot trading tanpa izin yang berasal dari luar negeri, ada juga yang jalankan penawaran bersama system penjualan langsung dan menjanjikan fix income/profit sharing.

Sedangkan pada entitas yang jalankan penawaran aset kripto tanpa izin, SWI sudah menghentikan 69 entitas sejak tahun 2017.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L. Lubing mengatakan mengatakan dari hasil pemantauan peningkatan penipuan berjalan pada tahun 2020 dan 2021. Hal ini berjalan karena para pelaku mengfungsikan momen pandemi bersama menjanjikan iming-iming imbal hasil tinggi untuk menarik minat masyarakat.

“Sebelum berinvestasi, masyarakat sebaiknya pahami dulu seluruh risikonya dan kita anjurkan mengfungsikan uang dingin supaya jika berjalan kerugian tidak mengganggu perekonomian keluarga,” jelas Tongam kepada kami.

Tongam mengimbuhkan maraknya investasi berkedok robot trading atau koin artis disebabkan dua hal. Dari sisi pelaku, disebabkan perkembangan teknologi supaya enteng jalankan penawaran investasi berkedok robot trading atau koin melalui situs/web/aplikasi dan fasilitas sosial.

Dari sisi masyarakat, banyak masyarakat yang tidak jelas investasi tetapi hanya ikut-ikutan investasi pada robot trading atau koin artis. Hal selanjutnya disebabkan karena mereka tergiur bersama iming-iming imbal hasil yang dijanjikan oleh penawaran tersebut.

Tongam mengingatkan ada beberapa modus dari investasi robot trading yang harus diketahui masyarakat.

Pertama, investasi berkedok robot trading di Indonesia tanpa mempunyai izin dari Bappebti, biasanya dilakukan oleh entitas dari luar negeri. Kedua, menjanjikan keuntungan senantiasa (fixed income) dari trading robot yang diciptakan oleh entitas tersebut.

Ketiga, mengaku sebagai entitas terdaftar, mengfungsikan sistem aplikasi robot yang dibangun sendiri untuk jalankan trading pada forex atau aset crypto (Menampilkan Sertifikat Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kominfo);

Keempat, mengfungsikan skema Ponzi (money game) bersama kedok penjualan ebook robot trading, dana hanya berputar di antara anggota dan pada akhirnya scam (uang dibawa kabur). Kelima, ketika sudah belanja ebook untuk pembuatan robot trading, bakal mendapatkan akun. Untuk sanggup jalankan perdagangan berjangka komoditi, masyarakat kemudian diarahkan untuk membayar cost asuransi, sewa robot trading pada entitas yang lain.

Keenam, penawaran melalui internet, fasilitas sosial, membuat grup di aplikasi chatting (Whatsapp, Telegram, dsb). Ketujuh, Menggunakan skema Piramida (MLM) bersama menjanjikan bonus dan komisi;

Kedelapan, mensyaratkan untuk menyetor deposit margin dan ada paket profit sharing. Kesembilan membentuk komunitas perdagangan robot trading melalui fasilitas elektronik:

Tongam mengingatkan jika masyarakat terima penawaran investasi di kripto, supaya di cek segi legalitasnya. Artinya masyarakat harus detil legalitas lembaga dan produknya.

“Cek apakah kegiatan atau produknya sudah mempunyai izin usaha dari lembaga perihal atau kalau sudah mempunyai izin usaha, cek apakah sudah sesuai bersama izin usaha yang dimiliki (bisa jadi hanya mendompleng izin yang dimiliki padahal kegiatan atau produknya yang dilakukan tidak sesuai bersama izinnya). Memiliki badan hukum Perseroan Terbatas (PT) saja tidak cukup diakui sebagai legalitas,” jelas Tongam.

Selanjutnya, harus dimengerti segi logisnya. Artinya pahami sistem usaha yang ditawarkan, apakah masuk akal, sesuai bersama kewajaran penawaran imbal hasil yang ditawarkan.

“Apabila perusahaan menjanjikan imbal hasil melebihi bunga yang diberikan perbankan, bahkan tanpa risiko, penawaran selanjutnya patut di cek kembali,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://sites.google.com/view/ctmastarformation3/schedule https://sites.google.com/view/prem-ventures-nsf-seed-grant/ https://sites.google.com/view/uptownchristmastrees/ https://sites.google.com/view/schev-tempsite/home https://sites.google.com/view/worldbankspringmeeting/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://sites.google.com/view/a-systems-approach-to-biology/ https://tractgames.weebly.com/ https://parmatours.weebly.com/ https://qsoftmart.weebly.com/ https://focushub.weebly.com/ https://agmyrekstem.weebly.com/ https://mikebaginy.weebly.com/ https://freedomofthefringe.weebly.com/ https://paveyourlane.weebly.com/ https://midnightstudios.weebly.com/